Apa itu obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pihak peminjam kepada investor. Penerbit berjanji membayar bunga secara berkala dan mengembalikan pokok pada saat jatuh tempo. Pemerintah juga menerbitkan obligasi ritel yang dapat dibeli masyarakat.
Pengertian obligasi dan unsur utamanya
Obligasi adalah surat berharga yang menyatakan bahwa pemegangnya meminjamkan dana kepada penerbit. Penerbit dapat berupa pemerintah atau perusahaan. Sebagai imbalan, penerbit membayar bunga yang disebut kupon dan mengembalikan nilai pokok pada waktu jatuh tempo.
Tiga unsur utama perlu dipahami. Penerbit adalah pihak yang berutang. Kupon adalah bunga yang dibayarkan, umumnya secara berkala. Jatuh tempo adalah waktu pokok utang dikembalikan. Harga obligasi di pasar dapat berbeda dari nilai pokoknya.
Obligasi pemerintah sering dipandang memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah dibanding obligasi perusahaan. Meski begitu, harga obligasi tetap dapat berubah sebelum jatuh tempo.
Obligasi ritel pemerintah
Pemerintah menerbitkan obligasi ritel yang ditujukan bagi investor perorangan. Jenis yang umum dikenal antara lain ORI, SBR, sukuk ritel SR, dan sukuk ritel ST. ORI dan SBR berbasis bunga, sedangkan SR dan ST berbasis akad syariah.
Pembelian umumnya dilakukan melalui mitra distribusi resmi dengan nilai minimum yang ditetapkan pada masa penawaran. Kupon dapat bersifat tetap atau mengambang, tergantung jenisnya. Pembayaran kupon dilakukan secara berkala sampai jatuh tempo.
Obligasi ritel pemerintah diperdagangkan di pasar sekunder dengan aturan tertentu. Investor perlu membaca ketentuan masa penawaran, jadwal kupon, dan cara pencairan sebelum jatuh tempo.
Faktor harga dan risiko
Harga obligasi bergerak berlawanan dengan perubahan suku bunga pasar. Bila suku bunga naik, harga obligasi yang sudah beredar cenderung turun, dan sebaliknya. Sisa waktu menuju jatuh tempo juga memengaruhi seberapa besar harga berubah.
Risiko harga muncul bila obligasi dijual sebelum jatuh tempo. Nilai jual bisa lebih rendah dari harga beli. Risiko penerbit muncul bila penerbit tidak mampu membayar kupon atau pokok, meski untuk obligasi pemerintah risikonya dinilai kecil.
Tabel perbandingan pada halaman ini menampilkan data deposito dan obligasi ritel. Angka ditampilkan oleh sistem situs. Pembaca dapat membandingkan karakteristik masing-masing instrumen secara netral.
Banyak investor menganggap kupon tetap berarti harga obligasi juga tetap. Padahal harga dapat berubah bila dijual sebelum jatuh tempo, sehingga hasil akhirnya bisa berbeda dari kupon yang dijanjikan.
Deposito dan obligasi ritel berdampingan
Tiga produk yang sering disandingkan, dibandingkan lewat sifatnya. Tabel ini tidak berisi angka dan tidak menyebut mana yang lebih baik.
| Ciri | Deposito bank | ORI | SBR |
|---|---|---|---|
| Penerbit | Bank | Pemerintah Republik Indonesia | Pemerintah Republik Indonesia |
| Bentuk imbal hasil | Bunga yang tertulis di bilyet | Kupon tetap | Kupon mengambang dengan batas bawah |
| Dijual sebelum jatuh tempo | Pencairan lebih awal, umumnya dengan penalti | Dapat diperdagangkan | Tidak diperdagangkan; ada pencairan lebih awal |
| Dijamin LPS | Ya, bila memenuhi syarat penjaminan | Bukan simpanan, tidak dijamin LPS | Bukan simpanan, tidak dijamin LPS |
| Risiko utama | Rendah, selama bunga tidak melebihi tingkat penjaminan | Rendah bila dipegang sampai jatuh tempo; harga bisa turun bila dijual lebih awal | Rendah bila dipegang sampai jatuh tempo |
Sumber dan tanggal baca
Setiap angka di halaman ini berasal dari salah satu sumber resmi di bawah. Tanggal di kanan adalah kapan kami membacanya.
- 10PemerintahBooklet ORI030, Kementerian Keuanganmedia.kemenkeu.go.idkupon dan jatuh tempo ORI030
- 11PemerintahMateri SBR015, Kementerian Keuanganmedia.kemenkeu.go.idkupon dan jatuh tempo SBR015
- 12PemerintahMemorandum Informasi SR025T3, Kementerian Keuanganmedia.kemenkeu.go.idimbalan dan jatuh tempo SR025T3